rss_feed

Desa Ngasinan

Kedondong RT 02 Ngasinan, Bener, Purworejo
Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah
Kode Pos 54183

call 081325674434| mail_outline ngasinan.bener@purworejokab.go.id

  • M. HAMRON ROSADI

    Kepala

  • ANTOKO

    Sekretaris Desa

  • JOKO ISKANDAR

    Kaur Tata Usaha dan Umum

  • BENY ANGGA SUBIYANTO

    Kaur Perencanaan

  • ANDRIAWAN

    Kaur Keuangan

  • TURIJAN

    Kasi Pemerintahan

  • EKO BUDI SISWANTO

    Kasi Kesejahteraan

  • SUJIYANTO

    Kasi Pelayanan

  • SUHARNO

    Kadus I

  • SURIP

    Kadus II

  • SUNAJI

    Kadus III

  • SLAMET RIYADI

    Kadus IV

  • MARDI

    Kadus V

  • IRPAN

    Kadus VI

settings Pengaturan Layar

fingerprint

147 views

Pengunjung Hari Ini

100.69 %
Kemarin 146 views

router OpenSID 22.06

  • lock Login Aplikasi
    Halaman Administrator

  • print Layanan Mandiri
    Permohonan Surat, Cetak KK, dll

  • room Lokasi Kantor
    Desa Ngasinan

Selamat Datang di Portal Resmi Sistem Informasi Desa Ngasinan Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Mari sadar administrasi kependudukan, silahkan ajukan permohonan PIN untuk Layanan Mandiri untuk mengecek data kependudukan anda, cukup kirimkan NIK dan Nama Gadis Ibu Kandung anda.
fingerprint
Toponini

17 Nov 2018 09:49:48 5.026 Kali

Ada dua versi tentang asal usul nama Desa Ngasinan yang berkembang dimasyarakat, walaupun hampir sama tetapi ada beberapa perbedaan.

Cerita versi pertama:

Konon diceritakan pada zaman kerajaan, ada seorang putri dari Kerajaan Yogyakarta yang suka mengembara dan bertapa. Suatu ketika Sang Putri bertapa di sebuah batu yang besar tepatnya di tepi sungai (kali) Sruni atau di jalan lintas Dusun Krajan-Pencar 50 meter dari jalan sebelah kiri. Pertapaan dalam waktu yang lama membuat sebuah batu tempat Sang Putri bertapa menjadi asin.

Konon diketahui mula-mula setiap kerbau yang mau diguyang (dimandikan), sangat suka menjilati batu tersebut, yang ternyata terasa asin. Maka dari itu tempat tersebut pada akhirnya dinamai Desa Ngasinan oleh penguasa pada masa itu.

Cerita versi kedua:

Dahulu kala ada seorang Tumenggung yang bernama Gagak Handoko yang merupakan murid dari Pangeran Diponegoro bertapa disebuah batu, selama bertapa Tumenggung tersebut buang air kecil di batu tersebut. Dan pada suatu ketika datang seekor kuda yang “ngasin” (menjilati) batu tersebut dan dari kejadian itu maka sebagai nama desa yaitu Desa Ngasinan.

assessment Statistik Desa

account_circle Aparatur Desa

share Sinergi Program

contacts Info Media Sosial